jika aku mati lebih dulu
Aku ingin kamu selalu tahu bahwa kita tak melulu perlu alasan-alasan bagus untuk bertahan hidup, sebab keberadaanmu saja sudah lebih dari cukup.
Kalau kamu merasa selalu menyusahkan, tentu saja tidak. Aku bahkan berpikir hidupku ternyata ada gunanya sejak kita saling mengenal. Aku jadi punya alasan untuk tetap bernapas karena kau bilang keberadaanku dibutuhkan.
Jadi meskipun aku sudah mati, semoga kau masih bisa berteman denganku. Kalau suatu saat nanti kau merindukanku (meskipun sepertinya tidak), kau bisa baca ulang tulisan ini. Kau bisa mengulang hidupku lewat tulisan-tulisan ini. Anggap aku ada.
Tetap tag aku di video-video tiktok yang lucu, mungkin aku tak lagi membalasnya, tapi aku tetap akan berbahagia karenanya. Pastikan untuk masih mengirim stories instagram milik mereka (yang kunjungi tempat-tempat indah di dunia) ke direct message-ku, sambil tetap berdoa agar kita bisa kunjunginya, entah kapan kesempatan itu tiba. Tetap ceritakan harimu yang panjang di pesan whatsapp, sebab meski aku tak lagi bisa mendengar - setidaknya kau masih bisa ceritakan duka bahagia tanpa rasa sungkan.
Tetaplah berbahagia dengan anime jepang, lagu k-pop dan lirik Hindia yang tidak begitu kupahami tapi selalu senang saat melihat kau ceritakannya dengan berapi-api. Menikahlah dengan orang yang paling kau cintai, tetap kirim undangannya ke aku meski sejak dulu kau tahu, aku tak akan datang walau kau pesankan tiket pesawat bolak-balik dan penginapan. Tapi sungguh aku akan ikut berbahagia.
Kalau suatu saat nanti kau teringat akanku (meskipun sepertinya tidak), kau bisa dengarkan lagu-lagu di playlist spotify-ku. Kau boleh bayangkan apa yang kurasakan tiap kali dengarkan lagu-lagu itu. Kau juga bisa keluar saat hujan di malam hari tanpa mantel, sambil mengingat berapa banyak kedinginan yang pernah kita taklukkan di jalanan.
Kau tahu? Sebenarnya aku tidak mati. Sebab aku masih hidup di kontak whatsapp yang biasa kau sematkan, film-film yang aku rekomendasikan, juga cerah langit jam 2 siang. Beberapa orang yang hidup bisa benar-benar pergi, tapi aku yang mati masih hidup dalam ingatan kecil yang kau miliki. Kecuali kalau kau memilih lupa, mungkin aku sudah mati sebelum hari ini.
Jadi-rayakan saja kematianku. Sebab kebiasaan-kebiasaan anehku masih hidup dalam ingatanmu. Datang ke pemakamanku dengan baju bagus dan senyum yang tulus, kau tahu kan aku gampang tersenyum? Jadi biarkan dirimu mewakili senyumku itu. Bilang ke Ibuku bahwa ia Ibuku yang nomer satu, sebab aku belum sempat katakan padanya. Tolong wakilkan, ya. Aku hanya ingin ia tahu bahwa aku begitu bangga dan mencintainya meskipun mati lebih dulu sebelum bisa mengatakannya. Tolong sampaikan pula maafku, karena gagal jadi sulung yang bisa ia andalkan selalu.
Dan kau-Hiduplah dengan cinta seperti biasa. Sapa orang-orang diam, sebab mereka memendam banyak kesedihan. Tersenyum ke orang yang tak dikenal, sebab kadang mereka juga menjalani hari yang kelam. Minum banyak air putih, jangan biarkan pipismu kuning karena dehidrasi. Apapun yang kau lakukan, aku akan selalu senang. Jadi hiduplah seperti maumu, sebab aku pun menjalani hidup dengan caramu.
Oh, iya, peduli sukses atau tidak nantinya, kau tetap orang paling menyenangkan dan karena itu, hidupmu selalu layak dirayakan.
Doakan aku. Selalu. Ya?
Komentar
Posting Komentar